Skip to content

apotek k-24

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size
Home arrow Event News arrow Sistem Waralaba Apotek Diminati
Visitors
Since 24 Oct 2005
Google
Sistem Waralaba Apotek Diminati Print E-mail
SEMARANG-Menjamurnya apotek sebagai bisnis masa depan membuat persaingan makin ketat. Malihat peluang bisnis, apotek K-24 yang sudah sejak lama menggunakan sistem waralaba (Franchise) kini makin diminati dan siap membuka 9 gerai baru di Semarang
Menurut Dr.Gideon Hartono, Direktur Utama PT K-24 Indonesia, dalam konferensi pers di RS Bersalin Bunda Semarang, selain dua di Semarang gerai K-24 yang akan diresmikan secara serempak ada dua di Jakarta, Bekasi, Bogor, Kudus, dan Surabaya. Apotek K-24 yang dikelola secara modern hingga 2010 mentargetkan sebanyak 500 gerai baru yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Saya optimis target ini akan tercapai, mengingat banyak mitra usaha yang siap bergabung dengan apotek K-24. Pasalnya dengan sistem waralaba pengusaha akan dapat secara cepat membuka dan mengoperasikan apotek K-24 yang siap melayani masyarakat selama 24 jam,” tutur Gideon.
Selain itu, royalty yang diberikan sangat ringan yakni 1,2 persen dari omzet penjualan kotor. Bahkan keuntungan yang diperoleh tidak sekedar dari konsumen, tetapi juga produsen, sehingga harga obat baik pagi, siang, dan malam tetap sama. Untuk membuka gerai baru apotek K-24 ini dibutuhkan investasi dana berkisar Rp 750 juta. Dari investasi tersebut dalam jangka waktu 3 tahun diharapkan sudah BEP.
Ditambahkan Gideon, dengan dibukanya 9 gerai baru, K-24 kini sudah memiliki 23 apotek 24 jam yang tersebar di wilayah Indonesia. Salah satu faktor yang mendukung keberadaan apotek ini ketersediaan obat-obatan yang lengkap serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang makin menyadari arti pentingnya obat berkualitas.
Melihat kondisi ekonomi masyarakat saat ini, secara makro prospek usaha apotek sangat luas sepanjang pengelolanya mampu memenuhi harapan masyarakat. “Dalam jangka panjang Apotek akan selalu menjadi tempat pemenuhan kebutuhan pokok kedua berupa obat-obatan penunjang kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Gideon.
Secara terpisah Prof Dr Ariawan Soejonoes Sp.Og pemilik Apotek K-24 RS Bersalin Bunda, mengatakan kehadiran Apotek K-24 diharapkan mampu memberikan pengertian kepada masyarakat yang tidak mengetahui obat yang akan dibeli, bisa langsung menanyakan kepada petugas, karena di apotek ini juga disediakan layanan konsultasi bagi masyarakat.
Adanya konsultasi ini, diharapkan masyarakat yang membeli obat dapat mengetahui fungsi obat yang akan dibelinya. Hal ini disebabkan ada beberapa masyarakat yang tidak mengetahui cara meminum obat, terutama kalau sudah merasa sehat, obat tidak diminum lagi. “ Padahal untuk antibiotika, harus diminum sampai habis, agar kuman benar- benar mati dan tidak resistant, tandasnya. (tya)

Harian JAWA POS (Radar Semarang)
 
< Sebelum   Berikut >
6 Rekor MURI Terpecahkan Sekaligus
www.apotek-k24.com

31/12/2007 10:08:56 YOGYA (KR) - Ribuan warga lanjut usia (Lansia) Kota Yogya bersama Hi-Lab Diagnostic Center berhasil mencatatkan 6 rekor sekaligus pada Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI)...
selengkapnya...

Dukungan Pemerintah Belum Optimal
KOMPAS

Sabtu, 9 Februari 2008 | 02:55 WIB Jakarta, Kompas - Peluang usaha berkonsep waralaba atau franchise belum mendapat perhatian pemerintah secara optimal. Padahal, usaha ini mampu menciptakan lapangan...
selengkapnya...

Peminat Bisnis Waralaba Bergeser ke Daerah
www.apotek-k24.com

SURABAYA – Perkembangan bisnis waralaba di Indonesia mulai bergeser ke daerah. Perkotaan dinilai mulai jenuh dengan banyaknya waralaba dari berbagai macam usaha. namun, penetrasi waralaba ke...
selengkapnya...






Lupa password?