Skip to content

apotek k-24

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size
Home arrow Franchise arrow Franchise News arrow Peminat Bisnis Waralaba Bergeser ke Daerah
Visitors
Since 24 Oct 2005
Google
Peminat Bisnis Waralaba Bergeser ke Daerah Print E-mail
SURABAYA – Perkembangan bisnis waralaba di Indonesia mulai bergeser ke daerah. Perkotaan dinilai mulai jenuh dengan banyaknya waralaba dari berbagai macam usaha. namun, penetrasi waralaba ke daerah masih terkendala minimnya peminat investasi waralaba. Didit Setiadi, koordinator PR Alfamart mengatakan, penetrasi waralaba sangat bergantung pada peminat investasi. Di daerah, peminat investasi masih minim. Padahal, prospek pasarnya dinilai cukup menjanjikan karena persaingannya tidak ketat.

“Kami berusaha mendekatkan Alfamart hingga ke pelanggan di kota kecamatan,’’ katanya kemarin. Untuk memudahkan penetrasi tersebut, Alfamart juga menawarkan kerjasama dengan bentuk investasi lahan. Syaratnya, mitra bisnis punya lahan minimal 100 meter persegi di luar gudang dan parkir. “Jika lolos survei kelayakan usaha, seluruh suplai barang kami yang tanggung,’’ paparnya. Dibanding dengan model kepemilikan usaha dengan nilai investasi sekitar Rp300 juta-Rp400 juta per gerai, tawaran tersebut dinilai cukup propektif untuk peminat minimarket waralaba di daerah.

Selain itu, Alfamart juga menawarkan brand baru minimarket waralaba Smesco, yang skalanya lebih kecil untuk membidik investor di daerah. Stok dan manajemen pengelolaannya masih di bawah manajemen Alfamart. “Investasinya tidak sebesar Alfamart,’’ katanya.

Untuk mendukung pertambahan gerai tersebut, imbuh Didit, Alfamart juga akan menambah gudang. Di Jatim, selain di Surabaya Alfamart juga memiliki gudang di Jember yang baru dioperasikan pertengahan tahun lalu. “Penambahan gudang adalah salah satu usaha kami agar supplay barang lancar hingga ke daerah,’’ ungkapnya.

Selain minimarket waralaba, apotek waralaba juga mulai diminati masyarakat. Peredaran obat palsu yang semakin luas, membuat kebutuhan kualitas obat dari apotek semakin dibutuhkan. PT K-24 Indonesia, misalnya, optimistis dapat memperluas pasar di daerah dengan menggunakan jaringan waralaba. ’’Dengan sistem waralaba, penetrasi kami akan lebih mudah,’’ ujar Gideon Hartono, direktur utama PT K-24 Indonesia.

Waralaba yang berpusat di Jogjakarta tersebut saat ini memiliki lima cabang di Surabaya. Ke depan, dia berharap cakupan pembukaan gerai baru dapat merambah kota di sekitar Surabaya seperti Gresik dan Sidoarjo.

“Apotek waralaba juga harus mempertimbangkan ketersedian SDM yang kompoten, itu sebabnya kami masih membidik kota-kota di sekitar ibukota propinsi,’’ jelasnya. (uji)
 
< Sebelum   Berikut >
6 Rekor MURI Terpecahkan Sekaligus
www.apotek-k24.com

31/12/2007 10:08:56 YOGYA (KR) - Ribuan warga lanjut usia (Lansia) Kota Yogya bersama Hi-Lab Diagnostic Center berhasil mencatatkan 6 rekor sekaligus pada Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI)...
selengkapnya...

Dukungan Pemerintah Belum Optimal
KOMPAS

Sabtu, 9 Februari 2008 | 02:55 WIB Jakarta, Kompas - Peluang usaha berkonsep waralaba atau franchise belum mendapat perhatian pemerintah secara optimal. Padahal, usaha ini mampu menciptakan lapangan...
selengkapnya...

Peminat Bisnis Waralaba Bergeser ke Daerah
www.apotek-k24.com

SURABAYA – Perkembangan bisnis waralaba di Indonesia mulai bergeser ke daerah. Perkotaan dinilai mulai jenuh dengan banyaknya waralaba dari berbagai macam usaha. namun, penetrasi waralaba ke...
selengkapnya...






Lupa password?