Ternyata ada berbagai faktor yang dapat mempengaruhi seseorang untuk menyalahgunakan narkoba, baik itu dari dalam maupun dari luar dirinya. Faktor apa sajakah itu ?
1. Faktor Individu : tidak dapat berkata TIDAK untuk penyalahgunaan narkoba
a. Keingintahuan yang besar untuk mencoba, tanpa memikirkan akibatnya.
b. Keinginan untuk mengikuti trend atau gaya
c. Keinginan untuk diterima oleh lingkungan atau kelompok
d. Lari dari kebosanan atau masalah hidup.
e. Pengertian yang salah bahwa penggunaan sekali-sekali tidak akan menimbulkan ketagihan
2. Faktor Lingkungan
a. Lingkungan keluarga
Seseorang dengan latar belakang “broken home” (hubungan ayah dan ibu yang retak), memiliki hubungan komunikasi antara orang tua dan anak yang kurang efektif, dan kurangnya rasa hormat antar anggota keluarga bisa menjadi faktor yang ikut mendorong seseorang untuk melakukan penyalahgunaan narkoba.
b. Lingkungan sekolah
Sekolah yang kurang disiplin, terletak di dekat tempat hiburan, kurang memberi kesempatan pada siswa untuk mengembangkan diri secara kreatif dan positif, dan adanya murid penyalahguna narkoba merupakan faktor kontributif terjadinya penyalahgunaan narkoba oleh siswa lainnya.
c. Lingkungan teman sebaya
Faktor ini umumnya terjadi pada kalangan remaja. Ada kalanya menggunakan narkoba merupakan suatu hal yng penting bagi remaja agar bisa diterima dalam pergaulan (kelompok teman sebayanya) dan dianggap sebagai orang dewasa.
3. Faktor Ketersediaan Narkoba
Saat ini variasi narkoba sudah terdiri dari beragam jenis, cara pemakaian, dan bentuk kemasan. Selain itu, narkoba makin mudah didapatkan secara ilegal dengan harga terjangkau. Ketersediaan narkoba di lingkungan masyarakat ini mendorong seseorang untuk menyalahgunakan narkoba. Hal ini didukung oleh masih banyaknya laboratorium gelap dan sindikat narkoba yang belum terungkap.
Lalu, apa saja dampak dari penyalahgunaan narkoba?
Secara umum, penyalahgunaan narkoba sangat berbahaya karena dapat mempengaruhi susunan syaraf, mengakibatkan ketagihan, ketergantungan, perubahan perilaku, perasaan, persepsi, dan kesadaran. Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai, dan situasi atau kondisi pemakai. Dampak tersebut dapat terlihat pada fisik, psikis maupun sosial seseorang.
Dampak Fisik
• Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, dan kerusakan syaraf tepi
• Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler)
• Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti abses (bisul bernanah), alergi, eksim
• Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru
• Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, suhu tubuh meningkat, sulit tidur
• Gangguan terhadap kesehatan reproduksi seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual
• Gangguan terhadap kesehatan reproduksi (perempuan), seperti : perubahan periode menstruasi, menstruasi tidak teratur bahkan amenorhoe (tidak haid)
• Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya
• Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi over dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa berakhir pada resiko kematian.
Dampak Psikis / Mental
•Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah
•Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga
•Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal
•Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan
•Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri
Dampak Sosial
•Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan
•Merepotkan, membuat malu, dan menjadi beban keluarga
•Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram
Dampak fisik, psikis dan sosial tersebut saling berhubungan erat. Ketergantungan fisik akan mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa (sakaw) bila terjadi putus obat (tidak mengkonsumsi obat pada waktunya) dan dorongan psikologis berupa keinginan yang sangat kuat untuk mengkonsumsi narkoba. Ketergantungan fisik dan dorongan psikologis juga berkaitan dengan gejala sosial seperti dorongan untuk membohongi orang tua, mencuri, pemarah, dan manipulatif demi mencukupi “kebutuhan” nya akan narkoba.
Umumnya seseorang yang menyalahgunakan narkoba membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pemulihan kondisi fisik, psikis dan sosial. Dalam tahap pemulihan untuk kembali pada kondisi yang wajar, korban harus menjalani program rehabilitasi. Dibutuhkan biaya yang besar, waktu, upaya, kerja keras, disiplin, niat yang kuat dan kerjasama antara keluarga dan lembaga/pusat rehabilitasi untuk pemulihan tersebut. Tidak ada jaminan sama sekali bahwa seseorang tidak akan kambuh/menggunakan lagi setelah menjalani rehabilitasi. Pemulihan dari dampak penyalahgunaan narkoba adalah perjuangan seumur hidup.
Dengan mengetahui dampak-dampak tersebut, beranilah berkata TIDAK untuk penyalahgunaan narkoba !
Sumber : belajarpsikologi.com